“Terwujudnya Insan Beriman, Bertakwa dan Berakhlak Mulia, Cerdas, Terampil Tekhnologi, Mandiri,Serta Berwawasan Wira Usaha Melalui Keunggulan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi”

Jumat, 04 Desember 2015

HADIST TENTANG BERTOBAT (Fika Zakiya)



Hadist bertobat


Disusun oleh:Fika zakiya
Kelas Agribisnis TPHP
SMK Daarul Khair Pulosari
   
“Hai manusia, bertobat dan minta ampunlah kamu kepada Alloh, karena sesungguhnya saya bertobat seratus kali dalam sehari.”(H.R. Muslim, no.4871)
Rasululloh saw. Adalah sebaik-baik manusia yang diciptakan oleh Alloh swt. Dan sekaligus sebagai suri tauladan bagi umatnya. Beliau manusia yang ma’shum, tidak pernah meninggalkan perintah Alloh dan tidak pula pernah melanggar larangan-Nya. Sekalipun demikian beliau selalu meminta ampunkepada Alloh swt. Dan logikanya kita mestinya lebih banyak lagi minta ampun kepada Alloh swt. Sebab kita tidak akan luput dari kesalahan dan dosa tapi sebaik-baik orang yang berbuat salah dan dosa adalah yang bertaubat.
Keadaan bertobat dari dosa adalah salah satu keutamaanyang disukai di sisi Alloh swt. Secara khusus hendaknya seseorang manusia memiliki sikap tunduk, tawadu, dan kerendahan hati dihadapan Alloh swt. Seorang mumin harus mampu mengembalikan nafsunya dari nafsu amara ke dimensi malakut yaitu kembali dari sisi setan ke sisi tuhan, kembali dari dunia yang fana ini kepada akhirat yang abadi, dan akhirnya bersikap tunduk, khusyuk dan tawadu dihadapan Alloh swt. Supaya dikatakan tobat maka ucapan “Astaghfirulloh waatubu ilaih” (Aku memohon ampun kepada Alloh dan bertaubat kepada-Nya) harus muncul dari dalam hati degan niat mohon ampun kepada Alloh atas dosa-dosa yang telah terlanjur ia kerjakan dengan disertai penyesalan. Namun jika hanya sekedar gerak lidah saja maka itu bukan tobat, sebagai mana kata amirulmu’minin Ali bin Abi tholib, melainkan hanya zikir yang mempunyai ganjaran. Oleh sebab itulah dilebih dari puluhan ayat Al-quran Alkarim menyebutkan bahwa keadaan seprti ini adalah suatu yang amat di sukai oleh Alloh swt. Sampai kita membaca dari beberapa riwayat, “Sesungguhnya Alloh amat senang dengan tobat seorang hamba-Nya, melebihi kesenangan seorang laki-laki yang kehilangan tunggangannya, lalu dia mencarinya di tengah malam yang gelap gulita dan kemuduan menemukannya”. Bagaimana seorang yang menunda untuk bertobat? Sebagian orang ada yang merencanakan untuk bertaubat setelah umusr agak lanjut, atau setelah merasa pua memperturutkan hawa nafsu di masa mudanya. Minum,judi,main perempuan semua telah dikerjakan dengan niat nanti akan bertaubat. Rencana seperti ini sangat sepekulatif karena tidak seorangpun yang dapat menjamin berumur panjang. Kalau seseorang berencana untuk bertaubat setelah umur 45 tahaun misalnya,bagaimana kalau umur 20 tahun dia meninggal dunia. Bukankah setiap orang pasti akan mati. Dan kematian itu misteri. Tidak seorangpun yang dapat mengetahui kapan datangnya.
Oleh sebab itu begitu seorang mu’min menyadari bahwa apabila telah melakukan kesalahan, khilaf atau kemaksiatan, maka harus segera bertaubat kepada Alloh swt.tanpa menunda-nundanya. Bahkan seorang mu’min dianjurkan untuk selalu bertaubat kepada Alloh swt. Sekalipun dia tidak mengetahui kesalahannya. Boleh jadi tanpa disadari dia telah melakukan kesalahan. Rosululloh saw memerintahkan kepada umatnya untuk segera bertaubat, dan beliau sendiri menyatakan bertaubat sampai seratus kali dalam sehari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar