Hadist bertobat
Disusun oleh:Fika zakiya
Kelas Agribisnis TPHP
SMK Daarul Khair Pulosari
“Hai
manusia, bertobat dan minta ampunlah kamu kepada Alloh, karena sesungguhnya
saya bertobat seratus kali dalam sehari.”(H.R. Muslim, no.4871)
Rasululloh
saw. Adalah sebaik-baik manusia yang diciptakan oleh Alloh swt. Dan sekaligus
sebagai suri tauladan bagi umatnya. Beliau manusia yang ma’shum, tidak pernah
meninggalkan perintah Alloh dan tidak pula pernah melanggar larangan-Nya.
Sekalipun demikian beliau selalu meminta ampunkepada Alloh swt. Dan logikanya
kita mestinya lebih banyak lagi minta ampun kepada Alloh swt. Sebab kita tidak
akan luput dari kesalahan dan dosa tapi sebaik-baik orang yang berbuat salah
dan dosa adalah yang bertaubat.
Keadaan
bertobat dari dosa adalah salah satu keutamaanyang disukai di sisi Alloh swt.
Secara khusus hendaknya seseorang manusia memiliki sikap tunduk, tawadu, dan
kerendahan hati dihadapan Alloh swt. Seorang mumin harus mampu mengembalikan nafsunya
dari nafsu amara ke dimensi malakut yaitu kembali dari sisi setan ke sisi
tuhan, kembali dari dunia yang fana ini kepada akhirat yang abadi, dan akhirnya
bersikap tunduk, khusyuk dan tawadu dihadapan Alloh swt. Supaya dikatakan tobat
maka ucapan “Astaghfirulloh waatubu ilaih” (Aku memohon ampun kepada Alloh dan
bertaubat kepada-Nya) harus muncul dari dalam hati degan niat mohon ampun
kepada Alloh atas dosa-dosa yang telah terlanjur ia kerjakan dengan disertai
penyesalan. Namun jika hanya sekedar gerak lidah saja maka itu bukan tobat,
sebagai mana kata amirulmu’minin Ali bin Abi tholib, melainkan hanya zikir yang
mempunyai ganjaran. Oleh sebab itulah dilebih dari puluhan ayat Al-quran
Alkarim menyebutkan bahwa keadaan seprti ini adalah suatu yang amat di sukai
oleh Alloh swt. Sampai kita membaca dari beberapa riwayat, “Sesungguhnya Alloh
amat senang dengan tobat seorang hamba-Nya, melebihi kesenangan seorang
laki-laki yang kehilangan tunggangannya, lalu dia mencarinya di tengah malam
yang gelap gulita dan kemuduan menemukannya”. Bagaimana seorang yang menunda
untuk bertobat? Sebagian orang ada yang merencanakan untuk bertaubat setelah
umusr agak lanjut, atau setelah merasa pua memperturutkan hawa nafsu di masa
mudanya. Minum,judi,main perempuan semua telah dikerjakan dengan niat nanti
akan bertaubat. Rencana seperti ini sangat sepekulatif karena tidak seorangpun
yang dapat menjamin berumur panjang. Kalau seseorang berencana untuk bertaubat
setelah umur 45 tahaun misalnya,bagaimana kalau umur 20 tahun dia meninggal
dunia. Bukankah setiap orang pasti akan mati. Dan kematian itu misteri. Tidak
seorangpun yang dapat mengetahui kapan datangnya.
Oleh
sebab itu begitu seorang mu’min menyadari bahwa apabila telah melakukan
kesalahan, khilaf atau kemaksiatan, maka harus segera bertaubat kepada Alloh
swt.tanpa menunda-nundanya. Bahkan seorang mu’min dianjurkan untuk selalu
bertaubat kepada Alloh swt. Sekalipun dia tidak mengetahui kesalahannya. Boleh
jadi tanpa disadari dia telah melakukan kesalahan. Rosululloh saw memerintahkan
kepada umatnya untuk segera bertaubat, dan beliau sendiri menyatakan bertaubat
sampai seratus kali dalam sehari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar