“Terwujudnya Insan Beriman, Bertakwa dan Berakhlak Mulia, Cerdas, Terampil Tekhnologi, Mandiri,Serta Berwawasan Wira Usaha Melalui Keunggulan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi”

Jumat, 04 Desember 2015

HADIST TENTANG MAKANAN YANG BAIK (Ela)



Hadis Tentang Makanan Yang Baik
         
                                                               
Oleh: Laellatul istiqomah
Kelas  agribisnis TPHP
SMK DARRUL KHAIR PULOSARI

                Rasullulah saw pernah menjelaskan tentang makanan yang paling baik.selain harus halal,makanan itu adalah hasil jerih payah sendiri. Hal itu terdapat dalam hadis yang diriwayatkan imam al-bukhari berikut ini.
 


Artinya: “Dari miqdam RA, rasullulah saw, beliau bersabda: tidak ada makanan yang di makan seseorang yang lebih baik dari pada hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya nabi dawud As selalu makan dari usahanya sendiri.”(HR.Bukhori no 1930).

                Hadis diatas menegakan bahwa sebaik-baik rezeki atau makanan yang dimakan seseorang adalah hasil dari usahanya sendiri. Yang dimaksud hasil usaha sendiri adalah hasih kerja keras dengan jalan yang baik dan benar, tidak dengan jalan meminta-mita atau mengambil jalan pintas yang dilarang oleh agama, seperti mencuri,merampok,dan menipu. Dalam hadis tersebut nabi muhammad saw memberikan contoh bahwa nabi dawud as pun makan dari hasil usahanya sendiri              Ibnu abas meriwayatkan bahwa nabi dawud as bekerja sebagai tukang besi,nabi adam as bekerja sebagai petani,nabi nuh as bekerja sebagai tukang kayu,dan nabi musa as bekerja sebagai pengembala kambing.
                Kerja keras demi memenuhi kebutuhan diri dan keluarga akan menjaga kehormatan atau harga diri serta mengangkat derajat baik dihadapan allah swt, maupun sesama manusia.didalam ilmu jiwa atau pesikologi diakui bahwa kehormatan atau harga diri merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi manusia.kebutuhan itu berada dibawah kebutuhan untuk tetap hidup (survive). Untuk menjaga kehormatan, seseorang harus selalu menghiasi dirinya dengan sifat-sifat terpuji. Hak-hak Allah swt, tidak boleh diabaikan. Begitu pula, hak-hak diri sendiri. Selain itu, mereka harus mrnjauhkan diri dari sifat-sifat dan perbuatan tercela,seperti bermalas-malasan (berpangku tangan).
                Untuk itu, setiap muslim harus menyiapkan dirinya untuk bekerja mencari nafkah.tidak seorang nabi pun yang tidak bekerja keras  dalam mencukupi kebutuhan hidupnya.makanan yang dihasilkan dari kerja keras,selain mendapat keberkahan dari Allah Swt juga terasa nikmat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar